Memahami Batasan Usia dan Kesuburan pada Perempuan

Penulis: Sania Putri
Rabu, 29 Juli 2026 | 09:03:00 WIB

Perubahan zaman membuat banyak perempuan memilih memiliki anak di usia yang lebih matang. Meski teknologi reproduksi seperti IVF atau bayi tabung semakin canggih, nyatanya keberhasilannya tidak selalu sama di setiap usia. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa setelah usia 49 tahun, peluang hamil bahkan dengan sel telur donor pun menurun drastis.

Penelitian Terbaru tentang Usia dan Kesuburan

Para peneliti melibatkan 1.774 perempuan dalam studi yang dipresentasikan di European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE). Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan berusia 35-40 tahun memiliki peluang hamil 54% dengan sel telur donor melalui IVF. Namun, angka ini turun menjadi sekitar 43% pada usia 49 tahun ke atas. Tingkat kelahiran hidup juga menurun dari 46% menjadi 32%, sementara risiko keguguran meningkat dari 24% menjadi 38%.

Mengapa Rahim Juga Berperan?

Selama ini, penuaan reproduksi lebih sering dikaitkan dengan kualitas sel telur. Namun, penelitian ini menemukan bahwa lapisan rahim (endometrium) juga mengalami perubahan seiring usia. Ketebalannya mungkin sama, tetapi kondisinya memburuk, sehingga mempengaruhi implantasi embrio. Dr. Beatrice Crestani, peneliti utama, mengatakan bahwa temuan ini menantang anggapan bahwa donor sel telur bisa sepenuhnya 'mengatur ulang' jam reproduksi.

Usia dan Risiko Kehamilan

Perempuan di atas 49 tahun memiliki risiko keguguran dua kali lipat dibandingkan mereka yang berusia 35-40 tahun. Meski begitu, Dr. Crestani menekankan bahwa temuan ini tidak boleh menghalangi perempuan untuk menjalani perawatan donor sel telur. Tingkat keberhasilan masih signifikan, terutama jika semua embrio yang tersedia ditransfer. Dalam studi, tingkat kelahiran hidup mencapai 80% pada usia 35-40 tahun dan 62,5% pada usia 49 tahun ke atas.

Konseling Sebelum Perawatan

Para ahli menyarankan agar pasien mendapatkan konseling menyeluruh tentang efek penuaan reproduksi. Meskipun donor sel telur membantu, namun tidak sepenuhnya menghilangkan dampak usia rahim. Di Inggris, tidak ada batasan usia hukum untuk IVF, berbeda dengan Yunani yang membatasi hingga 54 tahun. NHS merekomendasikan tiga siklus IVF untuk perempuan hingga 40 tahun, dan satu siklus untuk usia 42 tahun.

Tips untuk Bunda yang Sedang Promil

  • Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk menilai kesehatan rahim dan ovarium.
  • Pertimbangkan program bayi tabung atau donor sel telur jika diperlukan.
  • Jaga pola hidup sehat dengan makanan bergizi dan olahraga teratur.
  • Kurangi stres karena dapat memengaruhi kesuburan.

Bunda, setiap perempuan memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli kesuburan agar mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Reporter: Sania Putri