Andika Kangen Band, vokalis dengan suara khas yang selalu berhasil memikat hati para penggemar, ternyata menyimpan kebiasaan unik yang jarang diketahui orang. Meski sering menginap di hotel mewah saat tur ke berbagai kota, ia justru lebih memilih mencari makanan di luar. Bukan tanpa alasan, pria yang akrab disapa Andika ini punya prinsip kuat soal urusan perut.
Setia pada Cita Rasa Kampung Halaman
Menurut Andika, lidahnya sudah terlanjur terbiasa dengan masakan khas daerah asalnya. Sebagai orang yang lahir dan tumbuh di kampung, ia merasa hidangan tradisional seperti tempoyak dan ikan asin jauh lebih cocok di lidahnya dibandingkan menu hotel yang serba modern. "Aku tuh aslinya nggak suka makan di hotel, maaf-maaf. Karena orang kampung sukanya makan yang di luar," ujarnya sambil tersenyum.
Baginya, kehangatan dan keautentikan rasa masakan rumahan tidak bisa digantikan oleh hidangan mewah apa pun. Meski hotel bintang lima menjanjikan kebersihan dan kualitas, Andika tetap memilih mencari warung makan sederhana yang menyajikan menu favoritnya. "Karena aku emang dari kampung jadi cocoknya tempoyak, ikan asin, gitu. Jadi lebih-lebihan gitu," tambahnya.
Menghindari Daging Ayam, Kecuali dengan 'Jaket'
Ternyata, bukan hanya soal selera, Andika juga punya pantangan pribadi terhadap daging ayam. Ia mengaku kurang menyukai olahan ayam, kecuali jika ayam tersebut digoreng dengan balutan tepung yang renyah. "Mentok tuh di telur, karena aku nggak doyan ayam kan. Paling makan ayam itu kalau dibungkus pakai jaket, ada tepungnya gitu," ungkapnya dengan gaya khasnya yang santai.
Kebiasaan ini tentu membuat pilihan makanan Andika semakin terbatas saat berada di luar kota. Ia cenderung menghindari menu ayam dan lebih memilih lauk lain seperti telur atau ikan asin. Meski begitu, ia tetap menikmati setiap perjalanan dengan mencari makanan yang sesuai selera.
Kekhawatiran Keluarga dan Alasan Pribadi
Kebiasaan Andika yang lebih suka jajan di luar ternyata kerap membuat keluarganya khawatir, terutama sang istri yang berprofesi sebagai dokter. Sang istri sering mengingatkan soal kebersihan makanan yang dibeli di pinggir jalan. Namun, Andika punya alasan kuat mengapa ia enggan menyantap hidangan hotel. "Sayur juga berapa kali diangetin kan nggak, nggak nanya kita," pungkasnya.
Menurutnya, makanan di hotel sering kali dipanaskan berulang kali sebelum disajikan, sehingga rasa dan kandungan nutrisinya sudah berkurang. Sementara makanan yang baru dimasak di warung, meski sederhana, terasa lebih segar dan nikmat. Baginya, kenyamanan lidah jauh lebih penting daripada sekadar kemewahan tempat makan.
Kisah Andika ini mengajarkan kita bahwa kesederhanaan dan kejujuran pada diri sendiri adalah kunci kebahagiaan. Meski berada di lingkungan yang glamor, ia tetap setia pada akar dan budaya yang membesarkannya. Jadi, nggak ada salahnya kan kalau kita juga sesekali menikmati masakan rumahan yang bikin kangen?