Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan dampak yang cukup luas. Bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga merugikan pelaku UMKM dan para ibu menyusui yang mengandalkan lemari pendingin untuk menyimpan ASI perah (ASIP).

Kenapa Listrik Sering Padam?

Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, penyebab utama pemadaman ini adalah gangguan pasokan batu bara dan kendala teknis di dua pembangkit listrik besar di Jawa. PLN pun sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

UMKM Babak Belur

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengakui bahwa pemadaman ini sangat mengganggu operasional usaha kecil. Ia mencontohkan, pedagang es atau frozen food langsung tak bisa berjualan saat listrik mati. “Esnya cair, frozen food rusak, omzet turun drastis,” ujarnya. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menegaskan bahwa kondisi ini menghambat produksi dan memicu kerugian bagi pelaku usaha.

Ibu Menyusui Ikut Terdampak

Tak hanya sektor ekonomi, para ibu menyusui pun merasakan dampaknya. ASI perah yang disimpan di kulkas atau freezer menjadi tidak stabil suhunya saat listrik padam dalam waktu lama. Akibatnya, kualitas ASI menurun dan berisiko basi. Seorang ibu dengan akun @ginalevinaa membagikan pengalamannya di media sosial. Ia mengunggah foto kantong-kantong ASIP yang mencair dan terpaksa dibuang. “Definisi sakit ga berdarah, susah-susah nabung ASI, leleh dalam sehari gara-gara pemadaman bergilir,” tulisnya. Banyak netizen lain yang ikut berkomentar, mengaku mengalami nasib serupa. “20 kantong kebuang karena listrik padam,” ungkap akun @_ma***.

Pemadaman listrik bergilir ini menjadi pengingat betapa rentannya ketergantungan kita pada listrik. Untuk para ibu, penting untuk memiliki rencana cadangan, seperti menyimpan ASI di freezer dengan es batu atau meminjamkan ke tetangga yang tidak terkena pemadaman. Semoga PLN segera menyelesaikan masalah ini agar kehidupan kembali normal.