Kue putu, si jajanan tradisional dengan suara khas 'putu... putu...', memang selalu bikin nostalgia. Tapi, baru-baru ini, netizen dibuat khawatir setelah melihat beberapa pedagang menggunakan pipa PVC alias pipa paralon untuk mencetak dan mengukus kue putu. Daripada penasaran, yuk kita simak penjelasan pakar soal risiko di balik tren ini.

Pipa PVC dan Suhu Tinggi: Kombinasi Berbahaya?

Menurut Prof. Eko Hari Purnomo dari IPB University, pipa PVC sebenarnya tidak dirancang untuk suhu tinggi. Pipa jenis ini biasanya digunakan untuk saluran air dingin, dengan batas suhu aman di bawah 50 derajat Celsius. Sementara itu, proses pengukusan kue putu membutuhkan uap air bersuhu sekitar 100 derajat Celsius untuk mematangkan adonan.

Nah, di sinilah masalahnya. Suhu tinggi bisa menyebabkan zat-zat kimia dari pipa PVC bermigrasi ke dalam kue putu. Zat-zat tambahan dalam plastik, seperti plasticizer atau stabilizer, bisa ikut 'terekstrak' oleh uap panas dan akhirnya tercampur ke dalam makanan. Dalam jangka panjang, konsumsi zat-zat ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Alternatif Aman: Bambu atau Cetakan Khusus Pangan

Untungnya, ada solusi yang lebih aman dan tetap menjaga cita rasa. Pakar menyarankan untuk kembali ke akar tradisi: gunakan cetakan bambu. Selain lebih ramah lingkungan, bambu tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa larut saat terkena panas. Kalau terpaksa menggunakan plastik, pastikan cetakannya berlabel food grade dan tahan suhu tinggi, ya!

Jadi, buat kamu yang hobi jajan kue putu, nggak ada salahnya bertanya ke pedagang soal cetakan yang digunakan. Lebih baik memilih yang masih setia dengan bambu, atau pastikan pipa paralon yang dipakai adalah jenis khusus untuk makanan. Karena kesehatan itu mahal, girls!

Yuk, tetap cinta kuliner tradisional dengan cara yang aman dan sehat!