Selama ini, banyak beredar informasi yang mengaitkan konsumsi obat pereda nyeri seperti asetaminofen dengan risiko autisme atau gangguan perkembangan pada anak. Hal ini tentu bikin ibu hamil waswas, apalagi saat demam atau nyeri datang menyerang. Namun, studi terbaru yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology akhirnya memberikan jawaban menenangkan.

Hasil Studi: Tidak Ada Dampak Negatif pada Bayi

Penelitian yang melibatkan lebih dari 8.900 pasangan ibu dan bayi di Amerika Serikat ini menemukan bahwa penggunaan asetaminofen selama kehamilan tidak terkait dengan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, atau bayi kecil untuk usia kehamilan. Malah, studi ini justru menemukan bahwa konsumsi obat ini dikaitkan dengan risiko lebih rendah bayi lahir dengan ukuran besar untuk usia kehamilannya.

“Mengingat penggunaan asetaminofen yang meluas, temuan ini memberikan jaminan penting tentang keamanannya terkait waktu kelahiran dan ukuran bayi,” kata Rebecca Fry, PhD, penulis studi dari Gillings School of Global Public Health.

Parasetamol: Pilihan Aman untuk Ibu Hamil

Asetaminofen, yang lebih dikenal dengan nama parasetamol, merupakan salah satu dari sedikit obat pereda nyeri yang dijual bebas dan disetujui untuk digunakan selama kehamilan. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) pun menyatakan bahwa obat ini aman dan direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk demam dan nyeri pada ibu hamil.

James Cusack, kepala eksekutif Autistica, juga menegaskan bahwa tidak ada bukti pasti yang menunjukkan parasetamol sebagai penyebab autisme. “Jika ada hubungan, itu sangat kecil,” ujarnya.

Aturan Pakai yang Tepat

Meski aman, bukan berarti Bunda bisa sembarangan minum obat ini. Dosis yang dianjurkan adalah 500-1000 mg per hari, maksimal 4 kali dalam 24 jam, dengan jarak setiap 4-6 jam. Yang terpenting, konsumsilah dalam dosis minimum yang diperlukan dan jangan melebihi aturan pakai. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun selama kehamilan, ya.

Studi ini memang memberikan kabar baik, tapi penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk meneliti dosis, waktu penggunaan, dan efek jangka panjang lainnya. Namun untuk saat ini, Bunda tak perlu khawatir berlebihan saat harus minum parasetamol karena demam atau nyeri.