Kisah perjuangan seorang artis dalam mendapatkan momongan selalu menarik untuk diikuti. Kali ini, giliran Fanny Ghassani yang membagikan pengalamannya menjalani program bayi tabung bersama suami tercinta, Erwan Agustian Priyambudi. Pasangan yang telah menikah sejak 20 Mei 2017 ini akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah tersebut setelah sembilan tahun membina rumah tangga.

Dalam sebuah acara televisi, Fanny mengungkapkan bahwa sebenarnya sejak tahun pertama pernikahan, mereka sudah mengetahui adanya kendala medis yang membuat kehamilan sulit terjadi. Namun, untuk menjalani program bayi tabung, diperlukan kesiapan mental yang matang. "Sebenarnya dari tahun pertama, kita sudah tahu permasalahannya tuh di mana, dan solusinya seperti apa. Tapi kan untuk mencoba bayi tabung butuh kesiapan mental ya," ujar Fanny.

Akhirnya, di tahun 2025, mereka memulai program tersebut. Keputusan ini didorong oleh inisiatif sang suami yang merasa sudah siap secara mental. "Suami alhamdulillah, karena ini awal mulanya dia yang inisiatif, kayak 'aku sudah siap'. Akhirnya, karena sudah 10 tahun, (siap)," ungkapnya penuh haru.

Tahap Akhir Program Bayi Tabung

Kabar baiknya, Fanny dan suami kini sudah berada di tahap akhir dari program bayi tabung. Setelah menjalani proses pengambilan sel telur dan sperma, mereka tinggal menunggu waktu yang tepat untuk transfer embrio ke dalam rahim Fanny. "Alhamdulillah prosesnya sudah selesai. Jadi memang tinggal embrio transfer atau dimasukin ke rahim," jelasnya.

Fanny juga menceritakan bahwa proses transfer embrio tidak bisa dilakukan secara instan. Rahim harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan berbagai obat-obatan, yang membuat berat badannya sedikit naik. "Sebenarnya embrio transfer itu juga enggak bisa langsung transfer. Jadi tuh memang rahim kita dipersiapkan, tetap harus ke dokter, terus ada segala macam obat-obatan. Makanya berat badan juga agak naik," tambahnya.

Menariknya, Fanny dan suami juga sudah menentukan jenis kelamin calon anak pertama mereka. Namun, ia memilih untuk tidak membicarakannya lebih lanjut karena alasan pamali. "Aku enggak mau cerita banyak karena takut pamali," katanya sambil tersenyum.

Apa Itu Program Bayi Tabung?

Bagi para Bunda yang mungkin penasaran, program bayi tabung atau IVF (In Vitro Fertilization) adalah teknologi reproduksi berbantuan di mana sel telur dan sperma dibuahi di luar tubuh manusia. Prosesnya cukup kompleks dan melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pengambilan sel telur dari ovarium, pembuahan di laboratorium, hingga transfer embrio ke dalam rahim.

Pasangan biasanya memilih program ini karena berbagai alasan, seperti masalah infertilitas, kondisi kesehatan tertentu, atau usia yang sudah lanjut. Rata-rata, proses ini memakan waktu sekitar empat hingga enam minggu, termasuk persiapan sebelum pengambilan sel telur hingga tes kehamilan.

Setelah transfer embrio, biasanya diperlukan waktu sembilan hingga 14 hari untuk melakukan tes kehamilan melalui pemeriksaan darah yang mengukur hormon hCG. Hormon ini diproduksi oleh plasenta selama kehamilan, sehingga menjadi indikator awal apakah program berhasil atau tidak.

Selain itu, melalui program ini, pasangan juga bisa memilih jenis kelamin calon bayi. Sebelum embrio ditanamkan, sel-sel embrio dapat diuji untuk mengetahui kromosom laki-laki atau perempuan.

Kisah Fanny Ghassani ini menjadi inspirasi bagi banyak pasangan yang sedang berjuang untuk mendapatkan keturunan. Semoga proses transfer embrio berjalan lancar dan segera menyusul kabar bahagia!