Menjadi wanita multiperan di Indonesia memang penuh tantangan. Mulai dari mengurus rumah tangga, mendampingi tumbuh kembang anak, bekerja mencari nafkah, hingga mungkin melanjutkan studi. Semua peran itu harus dijalankan dengan seimbang agar tidak membuat kita kelelahan secara fisik dan mental.

Dalam sebuah sesi mentoring yang digelar baru-baru ini, seorang psikolog dan CEO berbagi pengalaman pribadinya sebagai ibu dan profesional. Ia mengaku sempat hampir menyerah ketika mimpinya untuk studi ke luar negeri harus tertunda karena kondisi orang tua yang sakit. Namun, dengan tekad dan strategi yang tepat, ia berhasil mewujudkan mimpinya. Kini, ia membagikan empat langkah yang bisa membantu wanita multiperan tetap waras dan produktif.

1. Perjelas Tujuan Hidupmu

Langkah pertama adalah menemukan kejelasan dalam hidup. Mulailah dengan memahami empat hal: tujuan inti (alasan terdalam mengapa kamu melakukan sesuatu), nilai-nilai inti (prinsip yang kamu pegang teguh), tujuan visioner (apa yang ingin kamu capai dalam 10 tahun ke depan), dan rencana aksi (langkah nyata untuk mewujudkannya).

Jangan terburu-buru, karena kejelasan ini bisa ditemukan seiring waktu. Nilai-nilai baik yang kamu bawa dari kecil bisa menjadi fondasi yang kuat. Bayangkan dirimu 10 tahun mendatang, lalu buatlah rencana-rencana kecil yang bisa kamu lakukan hari ini, seperti mengikuti kursus, bergabung dengan komunitas, atau menjadi relawan.

2. Akui Kesenjangan Antara Mimpi dan Realita

Seringkali kita merasa insecure saat menyadari betapa jauhnya kondisi kita saat ini dari impian yang diinginkan. Perasaan itu wajar, apalagi jika ditambah tekanan dari keluarga atau lingkungan. Namun, jangan biarkan energi habis untuk hal-hal di luar kendali. Fokuslah pada apa yang bisa kamu perbaiki sedikit demi sedikit.

3. Mulai dari Hal Kecil yang Konsisten

Perubahan besar tidak harus instan. Mulailah dengan kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Misalnya, membaca buku 10 menit sehari atau olahraga ringan di pagi hari. Otak kita akan lebih mudah membentuk kebiasaan baru jika dilakukan berulang. Ingat, kegagalan juga bagian dari proses belajar. Akui, lalu bangkit lagi.

4. Bangun Lingkungan yang Mendukung

Kita tidak bisa berjuang sendirian. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang membuatmu merasa aman dan dihargai, entah itu keluarga, sahabat, atau komunitas. Dukungan dari sekitar akan memberimu energi tambahan saat lelah. Saat kamu sudah mampu memimpin dirimu sendiri, kamu pun akan belajar memimpin orang lain dengan nilai-nilai yang kamu yakini.

Ingatlah, semakin besar mimpi, semakin besar pula tantangannya. Tapi dengan kejelasan tujuan, langkah kecil yang konsisten, dan dukungan orang-orang terdekat, kamu pasti bisa mewujudkannya. Yuk, mulai dari sekarang!