Isu perundungan yang dialami anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah belakangan ini menyita perhatian. Sarwendah sempat mengungkapkan kekhawatirannya, namun pihak Ruben Onsu menilai ada banyak hal yang perlu diluruskan.
Pernyataan Pihak Ruben Onsu
Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu, memberikan tanggapan terkait pengakuan Sarwendah. Menurutnya, jika anak-anak memang di-bully, hal itu tidak bisa serta-merta disalahkan pada Ruben.
“Kalau memang anak-anak di-bully, harusnya sudah terjadi sejak awal konflik. Justru dari mereka yang pertama kali menyebut Ruben tidak memberi nafkah, dan kami tidak merespons,” ujar Minola saat ditemui di kantornya, Kamis (30/7).
Minola juga menyoroti bahwa publik seolah hanya melihat satu sisi. Padahal, masalah ini punya banyak dimensi dan tidak adil jika Ruben terus dijadikan kambing hitam.
Keinginan Ruben untuk Bertemu Anak
Minola menegaskan kembali bahwa Ruben hanya ingin bisa menghabiskan waktu bersama ketiga buah hatinya tanpa pengawasan. Ini bukan permintaan yang berlebihan karena ia adalah ayah kandung mereka.
“Seperti yang Ruben sampaikan, berikan anak-anak itu bersamanya secara bebas tanpa pengawasan. Ibunya pun tidak perlu ikut campur karena dia ayahnya,” tegas Minola.
Kekhawatiran yang Mungkin Muncul
Minola menduga ada kekhawatiran dari pihak Sarwendah jika anak-anak bertemu Ruben tanpa pendamping. Bisa jadi, ada rasa takut jika anak-anak bicara spontan dan mengungkapkan hal-hal yang tidak terduga kepada ayahnya.
“Mungkin ada kekhawatiran, anak-anak ini jika tanpa pengawasan bisa keceplosan bicara. Mungkin itu yang dijaga dan ditakutkan. Makanya berat melepas anak-anak,” kata Minola.
Cerita Ruben Saat Melayat
Minola juga menyinggung momen Ruben melayat ke rumah duka orang tua Sarwendah. Keesokan harinya, saat mengantar anak-anak ke sekolah, Ruben mendapat pertanyaan menohok.
“Ruben sempat bercerita, anak-anak bertanya, ‘Kemarin ayah datang pencitraan ya?’,” ungkap Minola.
Kejadian itu, menurut Minola, bisa menjadi alasan mengapa pihak Sarwendah khawatir anak-anak bertemu Ruben tanpa pengawasan. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin muncul pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih dalam.