Aktor tampan Lee Min Ho kembali mencuri perhatian. Bukan karena peran barunya, melainkan karena pengakuannya yang jujur tentang pernikahan. Di usia yang tak lagi muda, ia merasa pandangannya tentang hidup dan karier mulai bergeser.
Dalam sebuah wawancara dengan media Korea, pria kelahiran 1987 ini mengaku bahwa perubahan besar dalam hidupnya akan sangat memengaruhi cara ia berakting. "Jika saya membangun keluarga atau mengalami perubahan besar, sepertinya akting saya juga akan berubah drastis," ujarnya.
Lee Min Ho menyebut pernikahan sebagai sebuah keajaiban. Namun, ia juga tidak menutup mata pada realitas sosial yang ada. Isu perceraian dan pilihan untuk tidak menjalin hubungan semakin sering dibicarakan. "Dari situ, saya rasa bukan hanya saya yang merasa ide pernikahan itu menakutkan," tambahnya.
Lebih Aktif di Serial daripada Film
Selama usia 20-an, Lee Min Ho mengaku jarang menonton film yang dibintangi aktor seusianya. Ia lebih tertarik pada tontonan yang berkesan dan bermakna. "Saya lebih memilih film yang memberi kesan dan arti dalam," kenangnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dulu ada stigma bahwa aktor muda yang main film hanya mengejar popularitas. Baru setelah usia 30-an, ia mulai serius ingin membintangi film layar lebar. Menurutnya, batas antara film dan televisi kini sudah kabur.
Meski lebih dikenal lewat drama serial, Lee Min Ho siap kembali ke layar lebar lewat film The Assassin(s). Ia memerankan karakter bernama Young Il. "Saat membaca naskah, saya merasa peran Young Il adalah untuk menghidupkan cerita. Sutradara ingin karakter ini punya energi seperti ikan hidup. Saya banyak bergerak saat latihan dan sutradara menyukainya. Jadi saya merencanakan setiap gerakan Young Il di tiap adegan," jelasnya.
Perubahan Hidup yang Tak Terprediksi
Ketika ditanya tentang bayangan usia 40, Lee Min Ho mengaku sulit menjawab. Baginya, perubahan hidup bukanlah hal yang bisa direncanakan. "Perubahan hidup akan mengubah kualitas yang saya bawa untuk pekerjaan saya. Jadi sulit diprediksi sekarang," tuturnya.
Ia pun menyadari bahwa perjalanan hidup seseorang akan memengaruhi cara ia bekerja, termasuk dalam mendalami peran. Baginya, menjadi aktor bukan sekadar soal popularitas, tapi juga tentang membawa pengalaman hidup ke dalam karya.
Pandangan Lee Min Ho ini mungkin resonan dengan banyak orang, terutama mereka yang berada di usia matang dan mulai mempertanyakan arti pernikahan. Apakah menikah benar-benar sebuah keajaiban? Atau justru tantangan yang menakutkan? Bagaimana pun, keputusan untuk menikah adalah perjalanan pribadi yang unik bagi setiap orang.