Band rumahsakit telah mengumumkan tur terbaru mereka bertajuk Anomali Tour 2026, hasil kolaborasi dengan promotor Crowdmakers.live. Tur ini mengusung konsep B-Side, di mana mereka akan membawakan nomor-nomor yang jarang atau belum pernah tampil di panggung. Format ini dipilih untuk memberi ruang bagi katalog lama yang selama ini terpinggirkan dari set reguler.

Mickey Nayoan, personel band, mengungkapkan bahwa banyak lagu dari album pertama dan kedua yang belum sempat dibawakan secara live. "Ya, betul. Karena banyak banget lagu-lagu kita yang memang dari album satu, dua, belum sempat banget dibawain gitu ya secara performance live. Dan ini makanya kita masukin di tur ini," ujarnya saat ditemui di The Dome, Senayan Park, Rabu (16/9/2026).

Menurut Mickey, pemilihan materi fokus pada lagu-lagu yang selama ini terbatas masuk setlist, terutama saat tampil di festival dengan durasi panggung yang mepet. Ia menyebut ada banyak favorit personal yang menunggu momen tepat untuk dimainkan secara penuh. "Sebenarnya mungkin kayak boleh dibilang istilahnya lagu-lagu underrated ya, yang memang kita juga suka. Cuma kalau untuk dibawakan di panggung festival atau gigs biasa tuh kayaknya terlalu mepet waktunya, kurang umum lagu-lagunya. Cuma kita suka banget sama lagu-lagu ini. Kapan ya kita akan bawain? Nah, ini momennya pas banget," tambahnya.

Set Konser Terbagi Tiga Bagian

Setiap penampilan dalam Anomali Tour 2026 dirancang berdurasi sekitar dua jam di tiap kota. Fadli Wardhana menjelaskan bahwa struktur konser akan dipecah menjadi tiga bagian agar alurnya rapi dan mudah diikuti penonton dari awal hingga akhir. "Kita rencananya mau bikin kayak ada tiga segmen satu sequence gitu. Jadi sequence pertama beberapa lagu, sequence kedua beberapa lagu, sequence ketiga sebagai penutup. Jadi kalau ditanya setlist-nya bisa nyampe 20 lagu, lebih lah ya," jelasnya.

Pembagian tiga segmen ini disiapkan sebagai kerangka pertunjukan, sekaligus mengakomodasi jumlah lagu yang diperkirakan mencapai sekitar 20 nomor atau lebih. Dengan durasi sekitar dua jam, rumahsakit menempatkan setiap bagian sebagai rangkaian menuju penutup malam.

Menyusun Alur Setlist yang Mengalir

Proses kurasi lagu untuk tur ini masih dimatangkan oleh para personel. Selain memilih materi dari katalog lama, mereka memberi perhatian pada transisi suasana, dari nomor pelan menuju tempo menengah lalu cepat, agar keseluruhan setlist terasa mengalir. "Intinya kita akan perhatikan biar flow-nya enak. Jadi mungkin proporsinya akan berimbang, lagu slow, mid-tempo, dan up-tempo. Itu yang masih kita godok, biar flow-nya enak dari awal sampai habis," pungkasnya.

Proporsi yang berimbang antara lagu slow, mid-tempo, dan up-tempo menjadi acuan utama. Dengan pendekatan ini, rumahsakit menata urutan lagu sehingga perpindahan dinamika dari awal hingga penutup tetap nyaman diikuti.