Panduan Stimulasi agar Si Kecil Lancar Merangkak

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:01:00 WIB

Merangkak adalah salah satu tonggak perkembangan motorik yang membuat hati orang tua berbunga-bunga. Biasanya, bayi mulai merangkak di usia 7–12 bulan, tapi ada juga yang lebih cepat atau lebih lambat. Nah, peran Bunda sebagai 'pelatih' kecil sangat penting untuk menstimulasi kemampuan ini. Berikut beberapa ide yang bisa dicoba di rumah.

1. Tummy Time Rutin, Kunci Kekuatan Otot

Tummy time atau posisi tengkurap adalah fondasi utama sebelum bayi belajar merangkak. Latihan ini memperkuat otot leher, punggung, dan kaki. Mulailah sejak bayi baru lahir dengan durasi 2–3 menit, lalu tingkatkan bertahap. Agar tidak bosan, Bunda bisa memvariasikan tempat, misalnya di atas matras atau selimut di taman. Ajak si kecil ngobrol atau nyanyi sambil tummy time, ya.

2. Bermain di Lantai, Seru dan Edukatif

Bermain bersama di lantai memberi kesempatan bayi bergerak bebas. Bunda bisa menggerakkan mainan ke kiri dan kanan di depan wajahnya untuk merangsang gerakan menengok. Aktivitas sederhana seperti membalik halaman buku kain juga melatih koordinasi tangan dan mata. Jangan lupa, ikutlah bermain agar si kecil merasa nyaman.

3. Goda dengan Mainan di Luar Jangkauan

Letakkan mainan favorit sedikit di luar jangkauan bayi. Ini akan memicu rasa ingin tahunya untuk bergerak meraih. Saat kemampuan motoriknya meningkat, Bunda bisa membuat 'rintangan' dari bantal atau guling. Sembari bermain cilukba, si kecil akan semakin termotivasi untuk merangkak.

4. Contohkan Gerakan Push-Up Sederhana

Bunda dan Ayah bisa berbaring di lantai dan memperagakan gerakan push-up ringan. Bayi akan mengamati dan mencoba meniru dengan caranya sendiri. Bantu dengan menopang dadanya agar ia lebih stabil. Aktivitas ini melatih kekuatan lengan dan keseimbangan.

5. Latihan Gerak Maju Mundur dengan Tangan dan Lutut

Saat bayi sudah mulai mencoba merangkak, Bunda bisa mengajaknya bergerak maju dan mundur dalam posisi merangkak. Iringi dengan lagu ceria seperti 'The Wheels on the Bus' agar lebih menyenangkan. Gerakan ini membantu keseimbangan dan koordinasi tubuh.

6. Kurangi Pemakaian Alat yang Membatasi Gerak

Stroller, baby chair, atau car seat memang praktis, tapi jika terlalu sering digunakan, bayi kehilangan waktu berharga untuk bergerak bebas. Usahakan beri ia waktu minimal 30 menit setiap hari untuk bermain di lantai tanpa alat bantu. Otot-ototnya akan lebih aktif terlatih.

7. Merangkak Bareng, Bunda Jadi Role Model

Tidak ada cara yang lebih efektif selain memberi contoh. Bunda bisa merangkak di lantai bersama si kecil. Ajak kakaknya juga jika ada. Kegiatan ini jadi momen bonding yang seru sekaligus stimulasi. Si kecil akan meniru gerakan Bunda secara alami.

Setiap bayi unik, jadi jangan khawatir jika prosesnya tidak instan. Yang terpenting, Bunda selalu mendampingi dengan penuh kasih sayang. Selamat mencoba!

Reporter: Salsabila Wahyudi