Hari ke-8 MPASI bisa menjadi momen yang membingungkan. Bunda sudah semangat menyiapkan bubur, tapi si kecil malah asyik bermain dengan makanannya. Tenang, ini bukan kegagalan. Bayi sedang belajar keterampilan baru yang jauh berbeda dari menyusu.

Kenapa Bayi Sering Mengeluarkan Makanan?

Sejak lahir, bayi hanya terbiasa dengan satu gerakan: mengisap. Gerakan ini melibatkan lidah yang mendorong ke depan dan ke atas. Saat MPASI, bayi harus belajar gerakan baru: lidah mendorong makanan ke belakang untuk ditelan. Dua gerakan ini tidak otomatis sinkron. Butuh latihan berulang hingga koordinasi terbentuk.

Refleks dorong lidah (tongue thrust) yang membuat makanan keluar lagi ini sebenarnya alami dan akan melemah seiring waktu. Jadi, ketika Bunda melihat bubur keluar lagi dari mulut bayi, itu bukan karena ia tidak suka, melainkan lidahnya sedang 'berlatih'.

Berapa Lama Adaptasi MPASI yang Wajar?

Tidak ada patokan pasti. Beberapa bayi bisa langsung lancar di hari ke-5, sementara yang lain butuh 3-4 minggu. Yang penting, perhatikan progres kecil seperti:

  • Bayi mulai lebih jarang mengeluarkan makanan.
  • Ia terlihat antusias saat sendok mendekat.
  • Sesi makan berlangsung lebih lama, dari 3 menit menjadi 10 menit.
  • Muncul reaksi terhadap rasa, misalnya manyun saat mencicipi asam.

Di hari ke-8, Bunda masih di awal perjalanan. Ekspektasi 'lahap' sebaiknya diturunkan dulu, ya.

Soal EVOO: Bunda Sudah Tepat!

Banyak ibu yang ragu menambahkan lemak di awal MPASI. Padahal, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan lemak sebagai komponen wajib sejak hari pertama. Lemak memberikan energi padat yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan otak bayi. Extra virgin olive oil (EVOO) adalah pilihan tepat karena kaya lemak tak jenuh tunggal dan rasanya ringan. Bunda bisa juga variasi dengan minyak kelapa, mentega tawar, atau kuning telur.

Tanda MPASI Berjalan Baik di 2 Minggu Awal

  • Bayi mau membuka mulut saat melihat sendok.
  • Tidak ada reaksi alergi (kulit, napas, pencernaan normal).
  • BAB masih wajar, tidak diare terus-menerus.
  • Bayi tetap aktif menyusu.
  • Berat badan tidak turun.
  • Tidak menangis keras atau muntah saat makan.
  • Ada progres kecil dari sesi ke sesi.

Volume Makan di Awal MPASI: Penting atau Tidak?

Di 2 minggu pertama, fokus utama bukan pada jumlah yang masuk, melainkan pengenalan rasa, tekstur, dan gerakan menelan. ASI atau sufor tetap menjadi sumber nutrisi utama. Jika hanya 1-2 sendok yang tertelan, itu sudah bagus. Jangan kurangi jadwal menyusu terlalu cepat.

Trik agar Sesi Makan Lebih Lancar

  • Berikan MPASI saat bayi lapar ringan, sekitar 1-1,5 jam setelah menyusu.
  • Pastikan posisi duduk bayi tegak dan nyaman.
  • Hindari distraksi seperti TV atau keramaian.
  • Konsistensi puree seperti yogurt encer, tidak terlalu kental atau cair.

ASI dan Keseimbangan dengan MPASI

ASI tetap utama, jadi pastikan bayi mendapat cukup ASI. Banyak ibu yang belum tahu tanda bayi kurang ASI. Padahal, informasi ini penting saat transisi MPASI. Jika Bunda memerah ASI, simpan dan panaskan dengan benar agar kualitasnya terjaga.

Semoga informasi ini membantu Bunda melewati fase awal MPASI dengan lebih tenang. Ingat, setiap bayi punya kecepatan belajar masing-masing. Nikmati prosesnya!

Reporter: Hestia Ramadhani