Teater Koma memang tak pernah berhenti bikin kejutan. Setelah sukses dengan berbagai pementasan, kali ini mereka mengajak penonton menyelami kisah lama yang dikemas ulang dengan sentuhan baru. Lakon Rumah Sakit Jiwa yang sempat populer pada 1991, kini bangkit lagi dalam versi yang lebih segar dan penuh eksplorasi.
Pementasan ini bukan cuma sekadar nostalgia, lho. Lewat kerjasama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, Teater Koma ingin menunjukkan bahwa teater tetap relevan dan mampu menyapa generasi sekarang. Billy Gamaliel, Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, mengungkapkan kalau dukungan ini adalah wujud komitmen mereka untuk menjaga seni pertunjukan tetap hidup sekaligus mendorong lahirnya generasi baru pelaku seni.
“Selama hampir lima dekade, Teater Koma sudah membuktikan bahwa teater bisa bertahan dan terus berkembang. Pementasan ke-237 ini jadi bukti nyata bahwa semangat berkesenian dan regenerasi selalu menyala. Kami percaya seni punya kekuatan untuk menyentuh hati dan menjembatani generasi dalam merayakan kekayaan budaya bangsa,” ujar Billy dengan penuh semangat.
Naskah yang digarap ini mengisahkan tentang Rogusta, seorang dokter baru yang bertugas di rumah sakit jiwa pimpinan Profesor Sidarta. Dengan pendekatan yang mengedepankan empati, Rogusta berusaha mengubah cara penanganan pasien. Tapi perubahan ini tentu saja memicu konflik dengan sistem lama dan pihak-pihak yang merasa terancam posisinya. Melalui kisah ini, penonton diajak merenungkan nilai kemanusiaan di tengah relasi yang penuh ketakutan, prasangka, dan perebutan kekuasaan.
Yang bikin penasaran, produksi kali ini tidak sekadar mengulang pementasan lama. Sutradara Rangga Riantiarno mengaku kalau proses kreatifnya melibatkan observasi langsung ke rumah sakit jiwa dan diskusi dengan psikolog klinis serta psikiater. Hal ini dilakukan agar para pemain bisa membangun karakter dengan pemahaman yang lebih dalam dan penuh empati.
“Dari total 115 orang yang terlibat, hanya enam orang yang pernah main di versi 1991. Selebihnya adalah wajah-wajah baru Teater Koma yang punya kesempatan buat mengeksplorasi karakter dengan sudut pandang mereka sendiri. Kami berharap penonton nggak cuma nonton, tapi juga pulang dengan refleksi untuk terus memperlakukan manusia lain sebagai manusia,” jelas Rangga.
Secara artistik, pertunjukan ini tampil beda dengan tata panggung bertingkat, permainan cahaya yang dramatis, multimedia, serta musik yang mengalun mengikuti emosi setiap adegan. Musik garapan Fero A. Stefanus dan kostum karya Samuel Wattimena serta Rima Ananda sukses memperkuat karakter dan kondisi psikologis para tokoh.
Ratna Riantiarno selaku produser menegaskan, naskah tetap jadi pedoman utama, tapi konsep pementasan lama bukanlah batas. “Justru itu jadi titik awal untuk berkembang dengan kreativitas baru. Dunia yang berbeda menghadirkan tantangan sekaligus peluang untuk menafsirkan ulang naskah ini tanpa terbebani pementasan sebelumnya,” katanya.
Buat kamu yang penasaran, Rumah Sakit Jiwa bakal dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026. Pertunjukan dimulai pukul 19.30 WIB, dengan jadwal tambahan Sabtu dan Minggu siang pukul 13.30 WIB. Jangan sampai kelewatan, ya!