Kesehatan mental kini menjadi topik yang semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan publik. Salah satu figur yang baru-baru ini berani berbagi adalah Tasya Farasya, yang dikenal dengan konten kecantikannya. Melalui video di Instagramnya, Tasya mengungkapkan bahwa ia telah didiagnosis dengan major depression, PTSD, serangan panik, dan kecemasan yang menyertainya.

Dalam curhatannya, Tasya menceritakan bahwa satu tahun terakhir ini ia merasa seperti menjalani hidup sebagai 'robot'. Ia mengaku tidak punya waktu untuk benar-benar memproses emosinya, meski banyak orang di sekitarnya yang menyuruhnya untuk 'take your time'. Baginya, sebagai ibu dan pekerja, waktu adalah barang mewah yang sulit didapat.

Tasya juga menyoroti bahwa kekayaan dan kemewahan tidak otomatis menyelesaikan masalah. Ia kerap mendengar komentar seperti 'kamu masih kaya' atau 'jalanin dengan kemewahan', tapi menurutnya tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan uang. Ia menegaskan bahwa dirinya manusia biasa yang punya beban hidup, meski hidupnya terlihat glamor di mata publik.

Berjuang Tanpa Terlihat

Di balik layar, Tasya sering merasa lelah berlebihan dan burnout. Ia berharap penggemar memaklumi jika di beberapa videonya ia terlihat lelah, karena memang ia kerap mengalami kelelahan yang luar biasa. Meski begitu, ia tetap bersyukur karena memiliki tim yang suportif dan ibunda yang selalu ada untuk menjaga anak-anaknya.

Ini adalah pertama kalinya Tasya membuat video sejujur ini. Ia mengaku butuh keberanian besar untuk membagikan cerita ini, namun ia ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa merasa sendirian dalam perjuangannya. Ia berharap mereka yang merasa relate tidak merasa sendiri.

Harapan di Tengah Badai

Salah satu hal yang patut disyukuri oleh Tasya adalah kini ia sudah bisa tidur lebih nyenyak. Meski masih dalam pengobatan, ia merasa kebahagiaan kecil saat bisa tidur 8-10 jam tanpa insomnia yang dulu sering mengganggu. Ini adalah progres yang berarti baginya.

Kisah Tasya mengajarkan bahwa kesehatan mental adalah isu yang nyata, tidak peduli seberapa sukses atau bahagianya seseorang di depan publik. Dukungan orang terdekat, pengobatan yang tepat, dan waktu untuk diri sendiri adalah kunci yang membantunya bertahan.

Reporter: Hestia Ramadhani