Setelah resmi bercerai pada Desember 2025, Hamish Daud dan Raisa memilih untuk tetap kompak dalam membesarkan putri mereka, Zalina Raine Wyllie. Meski status mereka berubah, keduanya sepakat untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati.

Zalina Paham Kondisi Keluarga

Di usia tujuh tahun, Zalina ternyata sudah mengerti tentang perpisahan orang tuanya. Hamish mengungkapkan bahwa ia dan Raisa selalu terbuka kepada Zalina. Komunikasi yang baik menjadi kunci agar sang putri tidak bingung dengan situasi yang ada.

“Dia paham. Raisa juga hebat dalam berkomunikasi, saya pun selalu ngobrol dengan Zalina, jadi dia tahu persis apa yang terjadi,” ujar Hamish dalam sebuah kesempatan.

Momen Kebersamaan yang Selalu Ditunggu

Hamish berusaha memastikan bahwa Zalina tidak pernah merasa kesepian. Salah satu caranya adalah dengan sering menghabiskan waktu bersama, baik dengan dirinya maupun dengan Raisa. Mereka bahkan masih sering melakukan aktivitas seru bareng, seperti jalan-jalan atau sekadar menikmati waktu santai.

“Zalina sekarang punya kamar baru di apartemen, sering ikut sound check sama mamanya, dan kalau sama saya, kita sering ke Bali untuk berkuda. Dia kayak nggak pernah nanya, ‘Mama dan Papa di mana?’ karena kita selalu ada buat dia,” cerita Hamish dengan nada hangat.

Prioritas Utama: Zalina

Bagi Hamish, kepentingan Zalina adalah hal yang utama. Meski sudah tidak bersama Raisa, ia tetap menjaga hubungan baik demi anak mereka. Menurutnya, Zalina tidak memilih untuk dilahirkan ke dunia ini, sehingga menjadi tanggung jawab mereka berdua untuk memastikan hidupnya bahagia.

“Ini bukan tentang kami lagi, tapi tentang Zalina. Dia nggak bisa milih, kan? Jadi kita yang harus pastikan semuanya baik-baik aja buat dia,” tegas Hamish.

Quality Time ala Hamish dan Zalina

Hamish punya aturan khusus untuk Zalina: setiap hari harus belajar hal baru. Kebiasaan ini membuat Zalina semakin aktif bertanya dan mengeksplorasi dunianya. Meski bonding Zalina dengan Raisa sangat erat, Hamish tetap punya cara sendiri untuk mendekatkan diri.

“Waktu mulai belajar berkuda, Zalina awalnya takut karena kudanya besar. Tapi saya bilang, ‘Ada Papa di sini’. Dari situ, dia mulai percaya dan merasa aman. Itu yang selalu saya jaga,” ungkap Hamish.

Selain berkuda, Hamish juga sering mengajak Zalina bermain di pantai atau sekadar boncengan motor. Zalina sendiri sangat senang ketika dijemput ayahnya dengan motor pulang sekolah.

Kesimpulan

Kisah Hamish dan Raisa mengajarkan bahwa perceraian bukan akhir dari segalanya, terutama ketika ada anak di dalamnya. Dengan komunikasi yang baik dan komitmen untuk tetap hadir, anak bisa tumbuh bahagia meski orang tuanya tidak lagi bersama. Semoga kisah ini menginspirasi banyak orang tua yang sedang menghadapi situasi serupa.

Reporter: Mutiara Salimah