Kebiasaan Sepele di Rumah yang Bikin Hama Betah, Yuk Cegah!

Penulis: Sania Putri
Rabu, 02 September 2026 | 12:04:00 WIB

Memiliki rumah yang nyaman dan bebas hama tentu menjadi dambaan setiap keluarga. Namun, ada saja masalah muncul dari hal-hal yang sering kita anggap sepele. Padahal, hama seperti semut, kecoa, atau tikus hanya butuh tiga hal sederhana: makanan, air, dan tempat berlindung. Kebiasaan kita sehari-hari yang kurang disadari bisa menjadi penyedia ketiga kebutuhan tersebut.

1. Remah Makanan yang Terlewat Bersihkan

Pernahkah kamu merasa sudah menyapu lantai tapi masih ada saja semut yang lalu lalang? Bisa jadi ada remah-remah kecil yang terselip di sela-sela sofa, kolong meja, atau karpet. Aktivitas ngemil di ruang keluarga atau ruang TV sering meninggalkan jejak yang tidak terlihat. Semut memiliki indra penciuman yang sangat tajam terhadap sisa makanan, bahkan yang hanya sekecil partikel gula sekalipun.

Cara mengatasinya, biasakan untuk menyedot debu atau menyapu area-area yang sering dipakai untuk makan dan ngemil, bukan hanya bagian yang terlihat saja. Perhatikan juga celah-celah kursi dan sudut ruangan supaya tidak ada sisa makanan yang menumpuk.

2. Piring Kotor yang Dibiarkan Semalaman

Setelah seharian lelah beraktivitas, mencuci piring memang kadang terasa berat. Padahal, menumpuk piring kotor di bak cuci sampai pagi adalah undangan terbuka bagi kecoa untuk berpesta. Sisa makanan yang menempel di piring dan bau menyengatnya akan menarik perhatian hama yang aktif di malam hari.

Solusinya, usahakan untuk segera mencuci piring setelah dipakai. Kalau benar-benar tidak sempat, bilas dulu piring dengan air dan tutup saluran pembuangannya. Dengan begitu, sisa makanan tidak akan menjadi santapan empuk bagi kecoa.

3. Tempat Sampah yang Tidak Tertutup Rapat

Kebiasaan menunda membuang sampah karena masih muat atau baunya belum terlalu menyengat sering menjadi pemicu datangnya berbagai hama. Sampah organik seperti sisa sayuran atau kulit buah bisa cepat membusuk, terutama di iklim tropis, dan mengundang lalat serta kecoa. Bahkan, tikus pun bisa tertarik pada sampah yang mudah diakses.

Gunakanlah tempat sampah yang memiliki penutup rapat dan usahakan untuk membuang sampah organik setiap hari, terutama jika sampah sudah mulai mengeluarkan bau. Jangan menunggu sampai tempat sampah benar-benar penuh.

4. Genangan Air dan Kebocoran yang Diabaikan

Air yang menggenang di pot tanaman, ember, atau talang air yang tersumbat merupakan tempat favorit bagi nyamuk untuk berkembang biak. Jangan sepelekan genangan air kecil sekalipun, karena nyamuk bisa bertelur hanya dalam waktu beberapa hari. Kebocoran pipa yang tidak segera diperbaiki juga bisa menciptakan area lembap yang disukai kecoa dan rayap.

Periksa secara rutin area-area yang rawan genangan, seperti kamar mandi, dapur, dan halaman. Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun-daun kering dan segera perbaiki keran atau pipa yang bocor.

5. Bahan Makanan yang Disimpan Terbuka

Bumbu dapur, beras, tepung, atau camilan yang disimpan dalam kemasan terbuka tanpa dipindahkan ke wadah kedap udara sangat mudah diakses oleh hama. Bahkan, kemasan plastik yang sudah dibuka bisa dengan mudah disobek oleh tikus. Semut dan kecoa juga bisa mencium aroma makanan dari dalam kemasan plastik tipis.

Pindahkan semua bahan makanan kering ke dalam toples kaca atau wadah plastik yang memiliki tutup rapat. Selain lebih aman dari hama, cara ini juga membuat dapur terlihat lebih rapi dan tertata.

6. Kardus dan Barang Bekas yang Menumpuk

Kardus bekas yang menumpuk di gudang atau sudut ruangan ternyata merupakan sarang yang nyaman bagi kecoa dan rayap. Kardus mengandung selulosa yang bisa menjadi makanan rayap, dan celah-celahnya menjadi tempat persembunyian yang ideal bagi kecoa kecil. Selain itu, tumpukan barang bekas juga bisa menjadi tempat tinggal tikus.

Jika memang perlu menyimpan barang, gunakan wadah plastik yang bisa ditutup rapat. Hindari menumpuk kardus dalam waktu lama, dan jika tidak terpakai, sebaiknya segera didaur ulang atau dibuang.

7. Tumpukan Baju Kotor dan Handuk Lembap

Tumpukan baju kotor yang dibiarkan menumpuk, apalagi jika ada yang lembap, adalah tempat berkembang biaknya jamur dan bakteri yang menarik perhatian serangga kecil seperti kutu atau tungau. Handuk yang dibiarkan lembap setelah dipakai juga bisa menjadi tempat tinggal nyamuk dan serangga lainnya.

Biasakan untuk mencuci pakaian kotor secara rutin dan tidak menumpuknya terlalu lama di keranjang. Jemur handuk di tempat yang terkena sinar matahari sampai benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Mengeringkan area yang lembap seperti kamar mandi dengan ventilasi yang baik juga penting untuk mencegah kelembapan berlebih.

Menjaga rumah tetap bersih dan rapi adalah langkah utama untuk mencegah hama datang. Namun, kebiasaan kecil yang sering terlewat juga perlu diperhatikan. Dengan sedikit kesadaran dan perubahan rutinitas, kita bisa menciptakan rumah yang tidak nyaman bagi hama dan aman untuk keluarga tercinta.

Reporter: Sania Putri