Dampak Sound Horeg: Antara Kemeriahan dan Gangguan Warga

Penulis: Mutiara Salimah
Kamis, 03 September 2026 | 17:09:00 WIB

Fenomena sound horeg memang sudah seperti tradisi di sebagian daerah Jawa Timur, terutama saat perayaan hari besar atau karnaval. Bagi sebagian orang, ini adalah hiburan rakyat yang ditunggu-tunggu, membuat suasana kampung lebih hidup. Namun, tidak sedikit yang mengeluhkan dampaknya, mulai dari kebisingan hingga potensi bahaya.

Popularitas yang Diiringi Keluhan

Sound horeg memang punya banyak penggemar. Sebuah survei yang melibatkan warga Jawa Timur menunjukkan bahwa hampir separuh responden pernah mengikuti acara semacam ini. Namun, di sisi lain, lebih dari 80 persen responden menilai kegiatan ini dapat mengganggu lingkungan. Artinya, popularitasnya berjalan beriringan dengan kekhawatiran.

Berbagai Dampak yang Sering Dikeluhkan

Keluhan warga tidak hanya soal suara bising. Banyak yang merasa terganggu karena suara keras dapat mengganggu kenyamanan orang sakit dan anak-anak. Ada juga yang khawatir getaran dari sound system bisa merusak bagian rumah, seperti kaca atau genteng. Risiko kesehatan pendengaran juga menjadi perhatian, belum lagi masalah sampah dan lingkungan yang kotor setelah acara.

Seberapa Keras Sebenarnya?

Tingkat kebisingan sound horeg sulit diukur dengan angka pasti karena bergantung pada banyak faktor, seperti jenis perangkat, volume, dan jarak pendengar. Namun, beberapa pengukuran awal menunjukkan bahwa perangkat sound horeg bisa menghasilkan desibel di atas ambang batas aman. WHO sendiri mengingatkan bahwa paparan suara keras yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan, terutama jika seseorang berada dekat dengan sumber suara dalam waktu lama.

Dampak Lebih Luas dari Sekadar Telinga

Kebisingan yang berlebihan tidak hanya memengaruhi pendengaran. Gangguan tidur, stres, dan masalah kognitif juga bisa muncul akibat paparan suara yang terlalu keras. Selain itu, getaran yang ditimbulkan bisa membuat bangunan retak atau bahkan roboh, seperti yang pernah terjadi di beberapa tempat. Belum lagi potensi keributan dan konsumsi minuman keras yang kerap menyertai acara semacam ini.

Menimbang Kembali Kebijakan Sound Horeg

Fenomena ini memunculkan pertanyaan: bagaimana cara menyeimbangkan hiburan rakyat dengan kenyamanan bersama? Beberapa daerah mungkin perlu mengatur volume dan durasi sound horeg, serta memastikan lokasi acara tidak mengganggu pemukiman. Partisipasi warga dalam merencanakan acara juga penting agar semua pihak merasa dihargai.

Intinya, sound horeg adalah cermin budaya yang punya dua sisi. Selama bisa dikelola dengan baik, kemeriahan dan kenyamanan mungkin bisa berjalan beriringan.

Reporter: Mutiara Salimah