Program IVF atau bayi tabung bukan hanya soal prosedur medis di klinik, tetapi juga perawatan mandiri di rumah. Salah satu tahap yang sering bikin deg-degan adalah menyuntikkan obat kesuburan sendiri. Meski terdengar menakutkan, sebenarnya suntikan ini mirip dengan suntikan insulin yang dilakukan penderita diabetes, kok. Jarumnya sangat halus dan hanya masuk ke lapisan lemak di bawah kulit.
Mengenal Dua Jenis Obat Suntik dalam Program IVF
Dalam siklus IVF, biasanya ada dua jenis obat yang digunakan bersamaan. Pertama, obat yang berfungsi mencegah ovulasi terlalu dini, seperti Lupron. Obat ini mulai disuntikkan sekitar hari ke-21 siklus menstruasi, satu kali sehari selama kurang lebih tiga minggu. Kedua, hormon perangsang folikel (FSH) yang diberikan sekitar sembilan hari untuk mematangkan beberapa sel telur sekaligus. Contoh obat FSH antara lain Gonal-F, Follistim, Menopur, dan Bravelle.
Tips Aman Menyuntik Sendiri di Rumah
Berikut langkah-langkah yang bisa Bunda ikuti agar proses injeksi berjalan lancar dan minim rasa sakit:
- Pilih lokasi yang tepat: Area perut sekitar pusar, paha bagian luar, atau lengan atas bagian belakang adalah tempat ideal untuk suntikan subkutan.
- Bersihkan kulit: Usap area dengan kapas alkohol secara melingkar dari tengah ke luar, lalu biarkan kering sendiri agar tidak perih saat jarum masuk.
- Buka jarum dengan hati-hati: Lepaskan penutup jarum perlahan agar posisinya tidak bergeser.
- Teknik menusuk: Pegang alat suntik seperti pensil, cubit sedikit kulit, lalu tusukkan jarum dengan sudut 90 derajat secara cepat dan mantap.
- Cek darah: Setelah jarum masuk, tarik pendorong sedikit. Jika tidak ada darah, suntikkan obat perlahan. Jika ada darah, cabut dan ganti dengan jarum baru di lokasi berbeda.
- Cabut jarum: Lepaskan cubitan, cabut jarum dengan lembut namun cepat. Tekan bekas suntikan dengan kapas bersih selama 10-15 detik.
- Rotasi lokasi: Ganti titik suntikan setiap hari untuk mencegah iritasi dan nyeri.
- Buang limbah medis dengan aman: Kumpulkan jarum bekas dalam wadah keras seperti toples kaca, lalu serahkan ke klinik IVF untuk dimusnahkan.
Dengan mengikuti panduan ini, Bunda bisa menjalani sendiri proses injeksi obat IVF di rumah dengan lebih percaya diri. Ingat, selalu konsultasikan dengan dokter jika ada keluhan atau keraguan.