Kabar mengejutkan datang dari pasangan selebriti Krisjiana Baharudin dan Siti Badriah. Krisjiana, yang dikenal sebagai aktor dan presenter, mengumumkan telah menjalani operasi vasektomi melalui unggahan di Instagram. Keputusan ini langsung menuai beragam reaksi dari warganet, terutama karena ia secara terbuka menjelaskan alasannya.
Alasan di Balik Keputusan Vasektomi
Dalam unggahannya, Krisjiana menekankan besarnya pengorbanan Siti Badriah selama pernikahan mereka. Ia menyoroti bagaimana sang istri harus menahan mual dan lelah selama dua kehamilan, mengalami perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan, serta mengurangi jam kerja demi mengurus keluarga. Menurut Krisjiana, beban pengorbanan dalam rumah tangga seharusnya tidak hanya ditanggung oleh istri. Ia pun merasa sudah waktunya para suami ikut ambil bagian dalam urusan keluarga berencana.
Krisjiana juga mengucapkan terima kasih kepada dr. Maruto dan Mandaya Royal Hospital Puri yang telah membantunya menjalani prosedur tersebut. Operasi vasektomi sendiri merupakan metode kontrasepsi permanen pria dengan memutus saluran sperma.
Respons Siti Badriah Penuh Syukur
Siti Badriah merespons dengan penuh rasa syukur. Melalui akun Instagram pribadinya, pelantun lagu 'Lagi Syantik' itu mengunggah foto keluarga jelang operasi. 'Bismillah lancar operasinya.. terimakasih banyak sayangku,' tulisnya. Unggahan tersebut pun dibanjiri komentar positif dari warganet yang memuji langkah Krisjiana sebagai bentuk dukungan nyata seorang suami.
Perjalanan Rumah Tangga yang Tak Selalu Mulus
Menikah pada 25 Juli 2019, pasangan ini sempat menghadapi masa sulit karena belum dikaruniai anak. Krisjiana bahkan pernah divonis mandul setelah tiga tahun menikah. Ia mengaku sempat terpuruk, namun akhirnya mereka dikaruniai dua buah hati. Putri pertama mereka, Xarena Zenata Denallie Baharudin, lahir pada 18 Maret 2022. Setelah memiliki dua anak, pasangan ini sepakat untuk tidak menambah momongan lagi.
Keputusan vasektomi yang diambil Krisjiana menjadi contoh bahwa perencanaan keluarga adalah tanggung jawab bersama. Langkah ini juga semakin banyak dipilih oleh pasangan di Indonesia sebagai solusi kontrasepsi permanen ketika jumlah anak dirasa cukup.