Perjalanan Timnas Indonesia menuju gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 memang penuh drama. Setelah penantian 35 tahun, skuad asuhan John Herdman akhirnya mengangkat trofi setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti. Namun, ada kisah sukses lain yang tak kalah menarik: peran Emtek sebagai official broadcaster yang berhasil menyajikan turnamen ini ke jutaan pasang mata di Indonesia.
Televisi: Magnet Utama Penonton
Indosiar dan SCTV menjadi rumah bagi para penggemar sepak bola tanah air. Data menunjukkan Total Average TVR mencapai 20,0, angka yang mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat menonton pertandingan di layar kaca. Pada momen-momen krusial, Peak Audience Share menembus 89,7%, artinya hampir sembilan dari sepuluh pemirsa televisi tengah menyaksikan laga tersebut. Tak hanya itu, rata-rata waktu menonton mencapai 194 menit, membuktikan penonton betah berlama-lama menyaksikan aksi para pemain.
Vidio: Pengalaman Nonton Digital yang Memikat
Bagi generasi milenial dan Gen Z, Vidio menjadi pilihan utama. Platform streaming ini mencatat 3,5 juta plays selama turnamen berlangsung. Rata-rata waktu menonton per penonton mencapai 72 menit, sementara concurrent users menembus 600 ribu. Angka ini menunjukkan bahwa Vidio sukses menghadirkan pengalaman menonton yang engaging dan mudah diakses dari mana saja.
Ekosistem Kapanlagi Youniverse: Amplifikasi Informasi
Kesuksesan penyiaran tidak hanya soal live match. Jaringan media digital Kapanlagi Youniverse turut berperan dalam menyebarkan informasi seputar turnamen. Berbagai berita, update, dan konten menarik berhasil menarik lebih dari 3,2 juta page views. Ini membuktikan bahwa antusiasme publik tidak terbatas pada pertandingan saja, tetapi juga pada cerita di baliknya.
Pencapaian Emtek ini menjadi bukti bahwa sinergi antara televisi, streaming, dan media digital mampu menciptakan pengalaman menonton yang holistik. Bagi perempuan Indonesia, kisah ini bisa menjadi inspirasi bahwa kerja sama tim dan inovasi adalah kunci meraih hasil maksimal.