Momo, vokalis yang dulu dikenal lewat band Geisha, akhirnya buka suara tentang perjalanan emosionalnya sebelum memutuskan comeback. Bukan sekadar urusan panggung, ia mengaku sempat bergulat dengan rasa percaya diri yang hancur akibat pengalaman pahit di masa lalu.

“Kalau boleh jujur, tantangan terbesar adalah rasa tidak percaya diri yang saya pendam selama ini. Ini mungkin pertama kalinya saya cerita ke media,” ungkap Momo saat ditemui di kawasan Bekasi, Rabu (30/7/2026). “Setelah kejadian dengan grup sebelumnya, saya merasa dibuang. Saya sempat berpikir, apa saya memang tidak seberharga itu?”

Perasaan itu begitu dalam membekas, sampai-sampai ketika tim Enau menawarinya kolaborasi, ia sempat ragu. “Saya tanya ke Mas Benyo, kenapa harus saya? Saya kan nggak pernah viral seperti artis sekarang, sudah lama nggak berkarya,” kenangnya.

Peran Keluarga yang Menguatkan

Di tengah keraguan itu, keluarga menjadi sandaran utama. Momo mengaku dukungan dari suami dan anak-anaknya menjadi alasan ia berani mencoba lagi. “Mereka selalu bilang, kalau saya masih punya bakat dan harus berbagi kebahagiaan lewat lagu. Itu yang bikin saya memberanikan diri,” tuturnya.

Menurut psikolog keluarga, dukungan orang terdekat memang krusial bagi seseorang yang ingin bangkit dari trauma. Rasa aman dan penerimaan dari keluarga bisa menjadi fondasi kuat untuk memulihkan kepercayaan diri.

Harapan Baru di Panggung Musik

Kini, Momo berharap bisa kembali dinikmati karyanya oleh para penggemar lama maupun pendengar baru. Ia juga ingin menunjukkan bahwa kegagalan bukan akhir segalanya. “Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa bangkit dan berkarya lagi,” ujarnya penuh semangat.

Kisah Momo mengingatkan kita bahwa di balik comeback seorang artis, sering kali ada perjuangan batin yang tak terlihat. Dan keluarga adalah pelukan hangat yang membuat kita berani bermimpi lagi.